Senin, 23 Januari 2012

APLIKASI PUPUK TGH JIMON PADA TANAMAN CABAI


Cabai atau cabe merah atau lombok (bahasa Jawa) adalah buah dan tumbuhan anggota genus Capsicum. Buahnya dapat digolongkan sebagai sayuran maupun bumbu, tergantung bagaimana digunakan. Sebagai bumbu, buah cabai yang pedas sangat populer di Asia Tenggara sebagai penguat rasa makanan. Bagi seni masakan Padang, cabai bahkan dianggap sebagai “bahan makanan pokok” kesepuluh (alih-alih sembilan). Sangat sulit bagi masakan Padang dibuat tanpa cabai.
  
Manfaat
Cabai merah Besar (Capsicum annuum L.) merupakan salah satu jenis sayuran yang memilki nilai ekonomi yang tinggi. Cabai mengandung berbagai macam senyawa yang berguna bagi kesehatan manusia.  Sun et al. (2007) melaporkan cabai mengandung antioksidan yang berfungsi untuk menjaga tubuh dari serangan radikal bebas. Kandungan terbesar antioksidan ini adalah pada cabai hijau. Cabai juga mengandung Lasparaginase dan Capsaicin yang berperan sebagai zat anti kanker (Kilham 2006; Bano & Sivaramakrishnan 1980). Cabai (Capsicum annum L) merupakan salah satu komoditas sayuran yang banyak dibudidayakan oleh petani di Indonesia karena memiliki harga jual yang tinggi dan memiliki beberapa manfaat kesehatan yang salah satunya adalah zat capsaicin yang berfungsi dalam mengendalikan penyakit kanker. Selain itu kandungan vitamin C yang cukup tinggi pada cabai dapat memenuhi kebutuhan harian setiap orang, namun harus di konsumsi secukupnya untuk menghindari nyeri lambung.
  
Cara penanaman
Cabai atau lombok termasuk dalam suku terong-terongan (solanaceae) dan merupakan tanaman yang mudah ditanam di dataran rendah ataupun di dataran tinggi. Tanaman cabai banyak mengandung vitamin A dan vitamin C serta mengandung minyak atsiri capsaicin, yang menyebabkan rasa pedas dan memberikan kehangatan panas bila digunakan untuk rempah-rempah (bumbu dapur). Cabai dapat ditanam dengan mudah sehingga bisa dipakai untuk kebutuhan sehari-hari tanpa harus membelinya di pasar. Tanaman cabe cocok ditanam pada tanah yang kaya humus, gembur dan sarang serta tidak tergenang air; pH tanah yang ideal sekitar 5 – 6. Waktu tanam yang baik untuk lahan kering adalah pada akhir musim hujan (Maret – April). Untuk memperoleh harga cabe yang tinggi, bisa juga dilakukan pada bulan Oktober dan panen pada bulan Desember, walaupun ada risiko kegagalan. Tanaman cabai diperbanyak melalui biji yang ditanam dari tanaman yang sehat serta bebas dari hama dan penyakit . Buah cabe yang telah diseleksi untuk bibit dijemur hingga kering. Kalau panasnya cukup dalam lima hari telah kering kemudian baru diambil bijinya: Untuk areal satu hektardibutuhkan sekitar 2-3 kg buah cabe (300-500 gr biji).
  
Teknis Budidaya menggunakan TGH Jimon
1.   Kebutuhan perhektar tanaman 5 s/d 6 liter TGH per musim tanam.
2.   Larutkan 2-3 liter TGH dengan 50 s/d 100 liter air.
3.   Sekali aplikasi dibutuhkan 2-3 liter TGH untuk 1 hektar tanaman.
4.   Penyemprotan 1-2 kali aplikasi:
               Aplikasi 1 : Pada saat tanaman/kecambah umur 7-10 hari.
               Aplikasi 2 : Pada saat tanaman umur 40-50 hari.

Cara penanaman cabai :
1. Persemaian:
v  Persemaian dibuat dalam bedengan yang diberi  naungan.
v  Benih ditanam dalam lubang semai pada bedengan atau dalam polibag semai.
v  Tanah persemaian ditaburi furadan.
v  Bibit dapat dipindah ke lapang setelah 17-21 hss.

2.  Persiapan Lahan:
v  Pengolahan dengan traktor atau cangkul, gulma  dibersihkan.
v  Buat bedengan dengan lebar 110-120 cm, tinggi  30-40 cm, jarak antar bedeng 60-80 cm,  panjang bedeng disesuaikan menurut panjang lahan.
v  Pemupukan dan pemasangan mulsa.

3. Penanaman dan Pemupukan
v  Penanaman sebaiknya pagi hari atau sore hari.
v  Jarak tanam adalah: 60 x 60 cm atau 60 x 70  cm
v  Pupuk susulan diberikan 2 minggu setelah tanam.

4. Pemeliharaan:
v  Penyiraman
v  Pemasangan ajir
v  Pengikatan
v  Pewiwilan
v  Penyiangan
v  Pengendalian hama dan penyakit.
5. Panen:
 Pohon Cabai tinggi 2 meter
v Cabe dapat dipanen setelah berumur 85 hari  setelah pindah tanam.
v Dapat dipanen s/d 40 kali dengan selang waktu 5 hari.
v Buah dipetik setelah bewarna merah merata  (untuk industri), ± 90 % (untuk pasar bebas).
v Hasil panen mencapai 1.2 kg per tanaman.
  
Hasil dari penggunaan pupuk TGH Jimon pada tanaman cabai : 
  1. Hasil lebih cepat dan banyak.
  2. Panen pertama hingga panen ke 14-17 ukuran buah masih sama besar. Artinya kebutuhan makanan tercukupi.
  3. Ukuran buah relatif  sama.
  4. Lebih hemat dalam penggunaan pupuk konvensional hingga 40-50%.
  5. Tanah lebih gembur dan subur, dibuktikan dengan banyaknya cacing kembali ke dalam tanah.
Aplikasi ini juga bisa digunakan ke tanaman tomat, ubi, singkong dan umbi lainnya.
 

 





 
Woowww...cabe rica di Kotamobagu ini pake TGH lho.. banyakan daun atau buahnya yaa?? ayo bertanam cabe.. :)
 









Wuih..manteppp tenan hasil cabe nya…besar-besar, seger dan halus kulitnya…

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar